Text
Merajut Kerukunan Merawat Kemajemukan
Dalam hal pemuliaan nilai-nilai kemanusiaan dan hubungannya dengan pengamalan ajaran-ajaran agama yang luhur, sebagai umat beragama, kita mesti menunjukkan kekuatan agama sebagai potensi sentripetal (pemersatu) daripada sebagai potensi sentrifugal (pemecah belah). Kedua kekuatan agama ini memiliki porsi dan potensi yang sama. Agama dapat menjadi the most powerful cohesive command (sentripetal). dan pada saat yang sama dapat menunjukkan daya perusak yang luar biasa (sentrifugal). Tetapi, di lain waktu, agama menjadi argumen konflik sosial yang paling sensitif dan berdaya ledak cepat dan efektif. Dalam hubungannya dengan kondisi bangsa kita yang sangat majemuk, kedua kekuatan ini agama dapat menjadi alat pemersatu bangsa (sentripetal), tetapi juga sangat potensial menjadi kekuatan pemecah-belah (sentrifugal).
Buku yang ditulis Pendeta Weinata Sairin ini hadir meresponi persoalan-persoalan kekinian di atas. Tawaran pemikirannya yang reflektif-kontemplatif memberikan kesegaran dan pencerahan, baik bagi umat beragama secara nasional, maupun khusus bagi umat Kristiani di Indonesia. Buku ini hadir di waktu yang tepat, di kala bangsa Indonesia sedang membutuhkan penyegaran untuk memahami dan memaknai kerukunan dan kemajemukan.
Tidak tersedia versi lain