Text
Psikologi Agama
Dalam usianya yang menjelang seabad, peran psikologi agama tidaklah kecil dalam memberikan kontribusi pemikirannya bagi kehidupan manusia. Padahal sebelumnya banyak kalangan yang menggugat keabsahannya sebagai disiplin ilmu yang otonom. Namun, sejak para ahli psikologi menemukan sisi kehidupan batin manusia yang paling dalam, yaitu agama, mereka mulai meneliti hubungan antara kesadaran agama dan tingkah laku agama. Beberapa hasil penelitian rintisan menggambarkan peranan besar psikologi agama, seperti hasil penelitian A. Godin dan Soeur Marthe tentang pemikiran magis pada anak-anak, dan penelitian R. Goldman tentang perkembangan konseptual dalam pemikiran anak-anak, ternyata berimplikasi praktis pada pendidikan agama dan lain-lain. Bahkan dalam kurun waktu tiga puluh sampai empat puluh tahun terakhir, jumlah penelitian dalam psikologi agama sudah banyak sekali dan di antaranya melahirkan pemikir-pemikir besar dalam bidang psikologi agama.
Dalam konteks saat ini psikologi agama semakin praktis dan banyak dibutuhkan dalam berbagai lapangan kehidupan, seperti dalam bidang pendidikan, psikoterapi, industri, usaha bimbingan, penyuluhan narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (LP), pembinaan moral dan mental keagamaan seseorang, dan pengobatan pasien-pasien di rumah sakit. Di Amerika Serikat, misalnya, psikologi pastoral digunakan untuk membantu penyembuhan dan perawatan pasien di rumah sakit.
Tidak tersedia versi lain