Kami bertiga teman baik. Remaja, murid kelas sebelas. Penampilan kami sama seperti murid SMA lainnya. Tapi kami menyimpan rahasia besar. Namaku Raib, aku bisa menghilang. Seli, teman semejaku, bisa mengeluarkan petir dari telapak tangannya. Dan Ali, si biang kerok sekaligus si genius, bisa berubah menjadi beruang raksasa. Kami bertiga kemudian bertualang ke dunia paralel yang tidak diketahui…
Gue memang cinta sama elo, tapi gue nggak mungkin kan, bertahan sama seseorang yang nggak akan buka hatinya buat gue? Gue sayang lo, tapi gue lebih sayang sama diri gue sendiri. Jadi, gue ikhlasin lo. Semoga nanti kita sama-sama dipetemukan dengan orang yang balas mencintai kita. Karena apa yang lebih membahagiakan dibanding cinta yang berbalas?
Seumur hidupnya Alif tidak pernah menginjak tanah di luar ranah Minangkabau. Masa kecilnya dilalui dengan berburu durian runtuh di rimba Bukit Maninjau. Tiba-tiba dia harus melintas punngung Sumatra menuju sebuah desa di pelosok Jawa Timur. Ibunya ingin dia menjadi Buya Hamika walau Alif ingin menjadi Habibie. Dengan setengah hati dia mengikuti perintah ibunya: belajar di pondok