Aku kembali terbangun ketika mendengar suara seseorang yang menangis. Suara itu berasal dari ruangan sebelahku, ruangan Abang yang kini gelap dan lampunya mati. Aku pun bangkit dari sofa ruang produksi itu secara perlahan sambil menyadarkan diriku. “Nabilaaa?” Panggilku sedikit teriak, namun tidak ada jawaban. Lalu, tiba-tiba, “Hihihihihihihihihihihihihihiiiiii….” Suara tangisan t…